WARNA sebagai Unsur Desain

Setelah sebelumnya kita bermain-main dengan unsur desain Titik dan Garis, maka selanjutnya mari kita bermain-main dengan Warna. Warna adalah unsur desain yang tidak berdimensi. Warna memberi nilai dan makna terhadap permukaan bidang,  karena dengan diberi warna,  gambar dua dimensi bidang yang diwujudkan dalam bentuk garis tak terputus tidak lagi dapat dianggap sebagai rusuk, sehingga gambar garis yang tak terputus tersebut berisi warna sehingga menjadi bidang.

Di dalam dunia nyata, warna yang tertangkap oleh mata kita berasal dari dua jenis sumber warna yang berbeda, yaitu warna pigmen dan warna cahaya. Warna dari dua sumber tersebut tertangkap oleh mata sebagai warna yang sama, kecuali hasil penggabungan semua warna. Penggabungan warna pigmen menghasilkan warna hitam, sedangkan penggabungan warna cahaya justru menghasilkan warna putih.

Warna terdiri dari Warna Pokok (Primer, Sekunder dan Tersier), Value (Intensitas akibat pencampuran warna pokok dengan warna hitam atau Putih) dan Chroma (Intensitas kekuatan warna akibat pencampuran warna-warna tertentu).

Warna sangat mempengaruhi persepsi pengamat terhadap desain yang dihasilkan oleh komposisi unsur-unsur desain. Warna mempengaruhi dimensi unsur-unsur desain sehingga mempengaruhi persepsi terhadap komposisi yang terjadi. Sehingga pemilihan warna dan kombinasinya berpengaruh terhadap penyampaian pesain desain, bila pemilihan warna tersebut tepat maka dapat dipastikan bahwa pesan desain dapat tersampaikan.

beberapa penjelasan tentang hal tersebut dapat dibaca lebih lanjut di teori Warna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s