Mengapa Harus Ada Tanaman dan Elemen Lunak dalam Perancangan Lansekap Kita..?

Bicara ‘kenapa desain landscape dianjurkan untuk menggunakan elemen lunak sebanyak 60%’ adalah untuk mengimbangi pemasukan udara baik dan menjaga yang sudah baik untuk menetap, sehingga minimal menghasilkan limbah nol untuk bumi yang ada di bawahnya dan yang melingkupinya.

Banyak konsep penataan lansekap, beragam pula efek yang terjadi oleh tatanan tersebut. Tidak bisa diingkari, bahwa bicara landsekap sebenarnya sama saja dengan bicara bagaimana ‘mengelola bumi’, karena penataan lansekap dilakukan diatas bumi. Secara hukum, kepemilikan tanah dimana lansekap itu berada memang menjadi hak milik seseorang atau badan hukum tertentu. tetapi perlu diingat bahwa bumi dimana lansekap tersebut berada sebenarnya secara hakiki tidak menjadi hak milik seseorang atau badan hukum tersebut secara mutlak. Karena penataan yang dilakukan diatasnya berpengaruh terhadap ‘kesehatan’ udara, air dan tanah yang ada di dalamnya dan yang meliputinya. Efek yang ada tersebut juga akan mempengaruhi lingkungan di sekitar area lansekap tersebut. Sehingga baik buruknya tatanan lansekap di atas bumi tertentu itu mempengaruhi tidak hanya area dimana lansekap tersebut dibangun, tetapi juga lingkungan sekitarnya dan bumi itu sendiri pada akhirnya.

Terlalu naif kalau kita membicarakan tatanan lansekap hanya sebagai obyek yang melengkapi pembangunan gedung-gedung. Apalagi bila para owner dan arsitek hanya memahami atau bahkan menganggap pembangunan itu dilakukan untuk optimalisasi kebutuhan manusia terhadap segala aktivitasnya, karena itu berarti mereka tidak memahami bahwa mereka secara hakiki hanya punya ‘hak pakai’ dan tidak sebagai ‘hak milik’ tanah yang ada di atas pembangunan yang mereka lakukan. baik buruknya pengaruh penataan lansekap yang mereka lakukan tetap akan kembali ke bumi.

Dengan hanya sekedar menjaga keseimbangan antara jumlah perkerasan dan perlunakan sebagai bahan dalam menata lansekap, maka paling tidak hak bumi untuk menerima air bersih yg jatuh dari atas, hak udara untuk menerima oksigen dari tanaman yang ada menjadi terpenuhi. Manusia sebagai yang berkuasa atas desainnya, kepadanya terletak tanggungjawab moral dan intelektual untuk tetap menjaganya. bila ada kemauan mustahil tidak dapat dilakukan. menjaga keseimbangan pengunaan bahan perkerasan dan perlunakan sangat bisa dilakukan.

Karena bumi adalah milik umat manusia dan penerus yang akan menempatinya.

2 thoughts on “Mengapa Harus Ada Tanaman dan Elemen Lunak dalam Perancangan Lansekap Kita..?

  1. makasi bu, sudah dijawab.
    sudah dibaca semuanya, yg ini sama yg ttg tnman liar.
    btw,, “Terlalu naif kalau kita membicarakan tatanan lansekap hanya sebagai obyek yang melengkapi pembangunan gedung-gedung. Apalagi bila para owner dan arsitek hanya memahami atau bahkan menganggap pembangunan itu dilakukan untuk optimalisasi kebutuhan manusia terhadap segala aktivitasnya, karena itu berarti mereka tidak memahami bahwa mereka secara hakiki hanya punya ‘hak pakai’ dan tidak sebagai ‘hak milik’ tanah yang ada di atas pembangunan yang mereka lakukan. baik buruknya pengaruh penataan lansekap yang mereka lakukan tetap akan kembali ke bumi” mengena sekali buu x)
    menanggapi postingan yg di atas, klo mau bumi tetap terjaga lingkungannya berarti seharusnya ada peraturan2 yg mengatur ttg landscape dr swtu bangunan yang akan dibuat (yg 60% itu buu),, jd bukan hanya sekedar anjuran donk buu.. peraturannya sudah ada belum bu? klo hanya sekedar anjuran khan belum tentu dilakukan😀
    *mohon dimaklumi pertanyaannya ya buu🙂

    • memang sudah diatur. tapi detail aturan sampai dengan bagaimana mengeoila lansekap dalam area yang sudah menjadi legalitas seseorang atau badan usaha tidak ada. pengelolaan sampai detail dilakukan hanya pada area yang dimiliki oleh pemerintah dalam mengelola RTBL. peraturan-peraturan memang sudah dibuat dan dianggap cukup untuk dapat dilaksanakan. tapi kontrol pelaksanaan tidak dapat dilakukan. tidak ada punishmen untuk penataan lansekap yang penggunaan tanaman tidak sesuai peraturan. Peraturan lebih banyak menyentuh bagaimana pembangunan fisik diatur dan dilaksanakan. sehingga pengadaan penataan tanaman betul-betul tergantung selera dan kemauan pemilik lahan atau pemilik lansekap.
      tidak semua orang menyukai tanaman. karena tanaman kadang-kadang dianggap menyusahkan. karena dianggap sumber sampah dan kekotoran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s