Berburu Air di Tempat Bintang Menari di ‘Ujung Bumi’

Hampir setahun yang lalu kami pernah berada disini. Di Dusun Sekar Geneng, Desa Kandangan, Kabupaten Gresik. Saat itu langit sudah gelap dan menurutku sangat gelap karena letak dusun ini jauh dari jalan utama. seingatku, kami telah melalui jalan paving yang panjang di bulak-bulak sawah, dari ujung ke ujung, dan ke ujung yang lain.. Langit terbuka lebar tanpa batas. Back ground gelap gulita memancarkan sinar bintang menjadi terang dimana-mana. Kerlipnya yang banyak menjadi gemerlap yang memukau. kuning, biru, hijau..terang… begitu memukau dan terasa sangat dekat.. beberapa bintang seolah-olah tak berhenti bergerak..berkerlip dan menari-nari.. sek..sek… Sebentar.. benar..bintang itu memang menari-nari..bahkan formasi yang aku kenali sebagai gubug penceng, terlihat lebih kecil.. dan kenapa arah penunjuk utara selatan oleh dua bintang di dalamnya berubah-ubah ya, formasinya.. Dalam penasaran.. aku menyempatkan diri untuk berhenti dan menjauh dari balai dusun untuk lebih mencermati fenomena bintang menari. Ingin aku pastikan, apakah memang ada yang salah dengan bintang-bintang itu atau mataku sudah terlalu lelah karena bersepeda motor dari Surabaya ke sini setelah seharian rapat melulu..  Setalah lama aku amati.. barulah aku sadar.. Ternyata cahaya berkelap-kelip itu adalah layang-layang. Layang-layang yang di setiap sudut dan ekornya dipasang lampu kecil. dari penduduk yang kemudian aku ajak bicara, layang-layang berlampu itu, bintang menari itu adalah kreatifitas penduduk dalam menghibur diri karena di desa mereka yang jauh di ‘ujung bumi’, tidak ada sarana hiburan.

Bosan ya, mendengar ceritaku..?  kalau aku..  cerita itu selalu kuulang-ulang kuceritakan ke teman-teman yang aku rasa akan sesenang aku dalam menemukan ‘bintang menari’. Dan aku senantiasa ingin kembali ke Dusun Sekar Geneng, Desa Kandangan di Gresik, untuk sekedar ingin sekali lagi untuk menikmati bintang menari.

Itulah kesanku tentang dusun ini. Dan kemarin, kami kembali ada di dusun itu. Untuk memenuhi janji yang pernah terucap di warga dusun ini, bahwa suatu ketika kami akan kembali untuk menyelesaikan masalah penjernihan air disini.

Menurut hasil penelitian Tim KKN tahun 2011 lalu, Desa ini memiliki susunan bebatuan di bawah tanah yang padat dan tidak dilewati oleh aliran sungai bawah tanah, tidak memiliki sumber air tawar. Yang ada adalah perembesan air laut yang kemudian tersimpan dalam bebatuan di bawah tanah sehingga terkadang air laut yang tersimpan dibawah tanah menjadi sangat pekat oleh garam. Penduduk mendapatkan air tawar dari Telaga sebagai tadah hujan. Telaga ini dipakai secara beramai-ramai sebagai air untuk kebutuhan sehari-hari. Mandi, Cuci, Kakus bahkan dalam kasus tertentu dan waktu tertentu digunakan sebagai satu-satunya sumber untuk minum, sekalipun pada beberapa tahun terakhir ini, penduduk yang mampu telah membeli air minum isi ulang lebih memilih cara ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka.

Ketakjuban kami dalam memperhatikan dan mengamati pola kehidupan mereka menyangkut penggunaan dan konsumsi air memang sungguh luar biasa. Bayangkan.. Satu Telaga dengan luas tertentu digunakan untuk mandi, dan cuci, sekaligus diambil untuk dikonsumsi, sedangkan di jarak hanya 3 sampai 5 meter terdapat cekungan sederhana untuk kakus. Ini sudah terjadi selama bertahun-tahun… Bertahun-tahun…dan sejauh ini semua kelihatan baik-baik saja, karena kami tidak melakukan penelitian dibidang kesehatan.

Bila musim hujan, telaga berlimpah air dan cukup memadai karena lumayan jernih. permasalahan baru timbul ketika kemarau tiba. air telaga menjadi pekat dan berbau. mereka akan mencari telaga yang memiliki ganggang hijau yang biasanya menyembul dipermukaan. Karena dengan adanya ganggang di permukaan air, menjadi indikasi bahwa air memiliki oksigen cukup, sehingga air bisa dikatakan cukup baik dan layak untuk beberapa kegiatan sehari-hari.

Hunting air hari itu hanya menemukan titik air tawar di sisi Selatan Balai Desa. Sedang sisi Utara Balai Desa tidak ditemukan satupun titik air tawar. Diskusi untuk menemukan beberapa penyelesaian seperti menarik air sampai sisi utara ternyata juga sudah pernah dicoba dilakukan, tetapi keterbatasan debit air yang keluar dari sumber di titik tersebut tidak mencukup untuk kawasan seluas itu.

Pada akhirnya kesimpulan tentang apa yang sebaiknya dilakukan tetap terdiri dari dua hal, yaitu tetap berusaha menemukan titik air tawar baru dan tetap berusaha mencari formula penjernihan air sederhana yang tepat dan sesuai sehingga dapat dilakukan oleh semua warga. Inilah yang harus kami lakukan di kedatangan kami kedua kali ini. Semoga Allah memberi penduduk rejeki sesuai dengan permintaan. Aamiin..

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s