Renungan sepanjang Perjalanan dari Kota Tuban

Sabtu pagi, dengan terpaksa harus kami lewati di dalam perjalanan menyusuri pantai dari Surabaya sampai Tuban. Kenapa ‘terpaksa’ ? karena ini perjalanan tak terduga. Tapi dengan telah beradanya kami di perjalanan ini, aku anggap ya memang beginilah jalan kami untuk upaya survive, menggerakkan gelombang lautan cita-cita kami, agar tetap bergelora, seperti lautan yang terlihat di sepanjang pantai dalam perjalanan kami.

Hari ini merupakan upaya  mencari partner  donasi untuk dapat berkegiatan Pelatihan Design Thinking  bagi guru-guru SD. Karena sudah beberapa SD baik di Surabaya dan di Sidoarjo yang menginginkan pelatihan ini diadakan di SD mereka. Kepenatan dari  tekanan-tekanan akibat target –target yang ditentukan sehubungan dengan keprofesian mereka sebagai guru SD, telah ‘membekukan’ bahkan ‘memati surikan’  rasa  asuh dan asih yang seharusnya jadi jiwa mereka sebagai guru SD.  Dengan pelatihan Design Thinking diharapkan dapat meminjam perspektif dari  sesama rekan kerja, kepala sekolah, siswa, orang tua siswa,  bahkan orang-orang lain yang berada di sekitar mereka yang semula tidak mereka perhitungkan punya pendapat, dalam memandang permasalahan mereka.  Diharapkan agar mereka  kembali memiliki kemampuan dan keberanian melihat semua permasalahan dengan wawasan yang terbuka dan luas, tidak dibatasi semua target, sehingga tidak hanya mampu melihat masalah dari kepenatan dirinya sendiri.

Dengan goal workshop Design Thinking tersebut, endingnya adalah  diharapkan dapat merefresh dan memotivasi kembali,  agar ‘sesuatu’ yang sebenarnya sudah ada, kembali hidup dan menghidupi jiwa keguruan. Rasa asuh dan asih kembali menjadi jiwa yang tampil yang mampu ditangkap oleh para murid yang imut-imut itu. Para murid yang imut-imut itu…ibarat Agar-agar atau jelly yang bening..yang berwarna pink..yang terasa segar dan manis..yang sementara berbentuk kotak…bila ingin membentuknya dengan bentuk yang lebih baik…tanpa mengubah rasa manisnya.., jangan digenggam terlalu kuat, karena agar-agar akan hancur, jangan dengan alat pemotong yang besar…Agar-agar  itu, pegang dengan lembut dan halus, dan bentuklah dengan pemotong yang halus, bahkan dengan benangpun, sebenarnya mereka dapat dibentuk.

Hhaaahhhh….cita-cita yang muluk ya…? Hanya dilihat dari satu sisi, satu mata rantai.  Padahal masalah kependidikan apalagi pendidikan dasar sangat rumit. Banyak hal yang terlibat di dalamnya. Tapi sebenarnya hanya satu saja penentunya, yaitu hati nurani. Cobalah lihat.. mata bening itu, saat mendengarkan cerita kita.. coba perhatikan..saat mata itu bersinar ketika memahami sesuatu yang sedang kita ceritakan.. cobalah pandang mata yang bening itu… hanya itu saja kok keinginan kami dg mengadakan banyak pelatihan-pelatihan dan workshop-workshop untuk guru-guru SD. Ingin membuka hati dan wawasan bapak dan ibu guru, agar mampu melihat kedalaman mata anak muridnya kembali.. agar mereka dapat kembali menemukan cahaya yang ada di dalam mata anak-anak itu. Bukan justru memadamkannya.

Cobalah.. memandang pada mata yang bening itu. Dan temukan cahaya di didalamnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s