Kali Wonokromo…Potensi Tak Tergali

Menurut Yap Mong Li yang disunting oleh Arifin (2000), disebutkan bahwa sungai dalam kaitannya dengan Kota memiliki peran sebagai pencipta ruang (River as Place Maker), Sungai sebagai penyatu dan pemersatu (River as Integrated Whole) dan sungai sebagai sumber Inspirasi Desain air (River as Design Inspiration).

Sebagai pencipta ruang, sungai memiliki elemen ruang luar yang lengkap dan luas. Ruang yang tercipta olehnya memungkinkan manusia berkegiatan apa saja dan di sisi mana saja dari sungai tersebut. Bisa di atasnya dengan berperahu, di tepiannya, bahkan di dalamnya, bila sungai memang memungkinkan untuk diselami.

Sumber : http://www.sekedar-tahu.blogspot.com

Sungai sebagai penyatu dan pemersatu sisi satu dengan sisi yang lain dari sungai itu sendiri. Sungai yang pada hakikatnya adalah sumber kehidupan seharusnya menjadi pusat orientasi di kedua sisinya.

sumber : ennosatrio.blogspot.com

Dan sebagai unsur alam yang luarbiasa, sungai mempunyai karakter yaang unik yang selalu menggelitik perasaan manusia untuk mengagumi keunikan dan keindahannya. Disini, sungai menjadi sumber inspirasi tak terbatas.

Sumber : anisavitri.wordpress.com

 

 Sumber : triptourism.com

Indah bukan…?

Asyik bukan…?

Surabaya memiliki sungai yang melintasi wilayah Surabaya di beberapa tempat. Kali Surabaya  dari arah Selatan-Barat Surabaya, dan terbelah menjadi dua sungai, ke tengah kota sebagai Kali Mas dan ke arah Timur sebagai Kali Wonokromo-Kali Jagir. Pembelahan sungai yang terjadi di Wonokromo sebenarnya sangat unik dan menarik. sangat disayangkan kondisi tersebut tidak tergali secara apik. bahkan pembelahan Sungai tersebut terkesan ‘tersembunyi’ dan tertutupi oleh permukiman tak teratur yang tidak cukup menyenangkan secara visual.

Bisakah Kali Wonokromo menjadi Sungai yang menciptakan ruang positif…? bisakah menjadi pemersatu…? dan bisakah menjadi sumber inspirasi..?

Kali Wonokromo sebagai pencipta ruang….

 

Dengan skala mata burung, terlihat koridor yang berpotensi sebagai ruang di tepian Kali. Namun bila dilihat dari skala manusia, maka visualisasi tepi Kali menjadi tertutupi oleh ‘penutup’ bangunan-bangunan yang tidak nyaman dipandang.

Sebagai pemersatu…?

 

Dengan bangunan ditepian Kali yang tidak berorientasi ke sungai, bahkan membelakanginya, maka sungai tidak berfungsi sebagai pemersatu.

Pintu air yang inspiratif :

 Sumber : felixpangestu.wordpress.com

Cukup inspiratifkah  ?

Sungai adalah Karya dan Anugerah-Nya… Sungguh sayang, karena kita telah diberi-Nya secara gratis. Sudah seharusnya kita mengindahkannya serta memeliharanya.

Satu sisi sungai, yang di sebelah selatan telah berhasil menjernihkan tampilan sungai. tinggal sisi utara.  Apakah dengan membersihkan sisi utara sungai berarti kita tidak manusiawi…? lebih mementingkan ‘sungai’ secara fisik ketimbang manusianya…? Tentu tidak. sebab membersihkan dan mengindahkan sungai..justru memelihara kehidupan itu sendiri. kehidupan yang di dalamnya ada banyak manusia. Sedang manusianya…telah diberi kemampuan oleh-Nya untuk secara beradab menempatkan diri sendiri.

Tapi ini memang pekerjaan besar…sangat besar…

10 thoughts on “Kali Wonokromo…Potensi Tak Tergali

  1. hmmm….*sambil membayangkan tepian sungai wonokromo dijadikan u/aktifitas olahraga (outdoor) dan cafe….

    pekerjaan besar atau kecil itu relatif bu, tinggal kembali kepada kita melihat sebuah pekerjaan tsb “menjadi” besar dan kecil…..

    • yup…bu ririn setuju. Anzar juga setuju ya..untuk menggali lebih dalam..potensi Kali Wonokromo…apalagi dekat stasiun.. wah..bisa jadi kawasan wisata yang asyik neh…

      • sangat potensial sekali bu, dengan lokasi yang sangat strategis, dkt dg stasiun,terminal,kebun binatang,jalan utama tapi ada yang lebih urgent untuk di benahi sebelumnya bu, yakni kebiasaan (lebih tepatnya budaya) masy.surabaya ketika merespon terbentuknya taman baru harus dirubah, ya seperti taman jasa tirta (pasca renovasi), taman di ex pasar pandegiling yang perlakuan masyarakatnya masih belum sesuai dengan tujuan dibentuknya taman tsb.
        (*paradigma seorang nubie bu…hehehe)

      • he he he..itulah tuntutan yg harus dipenuhi oleh arsitek.. sebagai bagian dari empatinya terhadap perilaku/sosial sekaligus ekologi…
        perlu dukungan semua pihak.
        tapi percayalah.. niat baik..(dengan mewadahi dan membenahi yang mmg seharusnya dibenahi) akan selalu mendapat jalan.
        masih jauh lebih baik kita berbuat sesuatu.. daripada kita tidak berbuat sesuatu..🙂
        Gimana menurut Anzar…

  2. Ia bu,benar sekali…. kalau kita sudah berniat baik, pasti akan ada jalannya, walaupun dengan jalan yang tidak mulus sekalipun.

    Tapi, sempat terlintas juga, apakah dengan membuat taman2 kota atau pedestrian itu juga akan lebih efektif untuk masy surabaya tentunya ? dalam hal ini mengenai aktifitasnya di dalamnya…..mengingat karena faktor klimatologi yang cukup mempengaruhi pola kebiasaan masy.kita yang rasanya malas sekali untuk jalan kaki atau pergi ke taman sekalipun.
    dan sangat berbeda sekali dengan kehidupan di luar indonesia, yang masy.nya lebih suka jalan kaki atau pergi ke taman/tempat terbuka.
    menurut bu ririn bagaimana ?

    • Anzar menggelitik bu ririn untuk menelitinya.. seberapa efektifkah ruang publik bagi masyarakat kota Surabaya..
      mmm…kalo melihat yang sudah ada,.. taman-taman yang lain..seperti taman bungkul, taman surya.. taman apsari..yang sarat dengan aktifitas…
      kayaknya…sebenarnya butuh ya.. ruang publik…
      sedang di kali wonokromo sendiri.. sekarang saja..sudah jadi areal pancing.. =D
      butuh di beri ‘ruang’..
      yuk, kita teliti…yuk..

      • hehhehe…..asyik juga kalo disepanjang sungai wonokromo ada “fishing centre” dan paling ramenya hanya pada malam hari bu, kalo siang panasnya panas *potato-potato bu (*baca : kentang-kentang)🙂

      • mmm…gak juga..kemarin pas bu ririn foto-foto lokasi…justru pagi sd sianglah banyak yang mancing…kelihatannya asyik gt..he he he..
        coba kalo diwadahi dg cara yg lebih manusiawi spt di pantai losari di makasar… kalo makasar bisa..kenapa di surabaya gak bisa..he he he…=D

  3. insyallah bisa sih bu…. apalagi ada fasilitas plus2…. plus hotspot area salah satunya, apalagi ditambah ada cafenya, cocok buat mahasiswa yang pengen ngerjakan tugas atau ingin menghilangkan stress dengan memancing. ….
    kalau yang di pantai losari masih belum bisa membayangkan, belum pernah kesana…hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s