Hujan dan Harapan akan Kehidupan

Tik tik tik bunyi hujan diatas genting
airnya turun…tidak terkira
Cobalah tengok dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua…

Lagu anak-anak tentang hujan menggambarkan suasana yang diakibatkan oleh hujan terhadap lingkungan sekitarnya. Sederhana, manis dan berkesan menyenangkan.

Lalu, apakah pentingnya hujan..?

Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Peristiwa ini menjadi hal yang natural senatural sinar matahari yang menyinari bumi kita di setiap harinya. Siklus yang terjadi merupakan bukti bahwa bumi sudah dibekali oleh mekanisme dalam memelihara dirinya sendiri, bahwa dalam satu penelitian yang telah dilakukan mengungkap keseimbangan antara air yang menguap atau hilang dari bumi akan sama dengan air yang tercurah dari langit untuk bumi sebagai sebagai ganti air yang telah hilang oleh penguapan.

Hujan membuat pepohonan termasuk di dalamnya bunga dan dedaunan bersih dari debu yang menempel selama beberapa bulan. ini mekanisme yang luar biasa untuk membersihkan permukaan daun dari debu yang notabene berarti memperlancar dedaunan untuk melaksanakan tugasnya sebagai pemasak makanan. dedaunan menjadi jernih. dan warna menjadi sangat hijau, berkilau dan menyenangkan.

rain-drop

Sumber : longjourneyofpi.wordpress.com

Hujan yang membasahi bumi, pada dasarnya akan membasahi ground, membasahi tanah. Hal inilah sebenarnya yang paling tenting dalam salah satu siklus bumi sebagai mekanisme pemeliharaan dirinya. coba lihat siklus ini :

Siklus Air

Sumber : apengorinanto.blogspot.com

Oleh Allah, Alam telah diberi mekanisme yang tidak dapat diragukan kebenaran dan kemanfaatannya dalam pemeliharaan terhadap dirinya sendiri. Semua dan segala sesuatu yang berada diatas bumi telah diberi dan dibekali berkehidupannya dengan anugerah berlimpah baik dari atas langit dan dari bawah bumi. Tidak ada makhluk hidup dari yang terendah sampai yang tertinggi yaitu manusia yang tidak bergantung pada mekanisme ini dalam melaksanakan kehidupan dan berkehidupan. sekalipun beberapa keadaan di Bumi seolah kontradiktif, bahwa air yang berlimpah justru berasal dari laut, yang tidak dapat dikonsumsi secara langsung. Tapi Alam secara bijak tetap memberi gratis tanpa turut campur manusia, menyaring kejernihan air laut dengan cara menguapkannya dan mencurahkannya dalam bentuk hujan. suatu hal yang sangat menakjubkan…Bahwa sesuatu yang bernama air, bisa terbang untuk kembali dicurahkan sebagai sesuatu yang sangat jernih, murni yang sebenarnya bisa langsung dikonsumsi tanpa perlakuan macam-macam terlebih dahulu.

Dan Bumi sangat menyayangi apapun yang ada di atas permukaannya. Maka dia telah menyimpankan air luar biasa itu di dalam dirinya. menjadi sumber, menjadi sungai, menjadi air tanah.

Coba kita perhatikan catatan dalam Wikipedia berikut ini :

Penyembuhan atau pengisian kembali air yang ada dalam tanah itu berlangsung akibat curah hujan, yang sebagian meresap kedalam tanah, bergantung pada jenis tanah dan bebatuan yang mengalasi suatu daerah curah hujan meresap kedalam bumi dalam jumlah besar atau kecil, ada tanah yang jarang dan ada tanah yang kedap. Kesarangan (porositip) tidak lain ialah jumlah ruang kosong dalam bahan tanah atau batuan, biasanya dinyatakannya dalam persen. bahan yang dengan mudah dapat dilalaui air disebut lulus. Kelulusan tanah atau batuan merupakan ukuran mudah atau tidaknya bahan itu dilalui air. Pasir misalnya, adalah bahan yang lulus air melewati pasir kasar dengan kecepatan antara 10 dan 100 sihosinya. Dalam lempeng, angka ini lebih kecil, tetapi dalam kerikil lebih besar.

Begitulah Alam dalam memelihara dirinya sendiri. Tapi lihatlah, apa yang sudah dilakukan oleh manusia sebagai makhluk berderajat paling tinggi di muka bumi ini.

  1. mencegah air masuk ke dalam tanah, dengan cara melapisi tanah dengan bahan kedap air, seperti aspal dan beton.(secara logika, ini aneh… wong jelas-jelas kita mengambil airnya lewat tanah, kok air yang harusnya disimpan di dalam tanah, malah dihalangi masuk ke dalam tanah)
  2. mengalirkan air atau membuang air ke lautan (ini juga dilakukan dengan senang hati oleh kita, yaitu membuat talang, mengalirkan ke saluran kota dan saluran kota mengalirkannya ke saluran utama terus ke sungai dan sungai langsung menuju ke laut. Sungai yang ada juga dibuat sedemikian dengan dinding sungai terbuat juga dari beton, dimana hal ini menghalangi tanah menyerap air dari sungai).
  3. menebangi pohon sebagai elemen yang berfungsi menjaga keberadaan air dalam tanah sekaligus sebagai elemen yang menghalangi penguapan air di tanah secara langsung.
  4. mengambil air tanah untuk industri secara berlebihan

Lihatlah, apa akibatnya untuk kita, menurut Benny Benyamin Suharto, dalam tesisnya yang berjudul : Faktor-faktor yang mempengaruhi simpanan air tanah : Studi kasus kota Jakarta dan sekitarnya.

  1. Bumi mengering, sampai pada lapisan terdalam. Ini sangat logis mengingat suplai air tambahan berkurang.  Sedangkan pengambilan air tanah untuk industri, bukannya bertambah malah semakin banyak, maka secara logika, air yang kemudian merembes ke dalam tanah adalah air laut.
  2. Berkurangnya air bersih, menyusutnya sumber-sumber mata air yang biasanya memancar akibat adanya sungai dibawah tanah.

Semuanya berdampak langsung dan tidak langsung pada kehidupan yang ada di permukaan bumi.

lalu…

Tidak adakah yang dapat kita lakukan untuk hal ini…? Setidaknya melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan…sekedar sebagai rasa tanggungjawab kita sebagai pribadi maupun anggota masyarakat dunia yg mengakibatkan terputusnya siklus Bumi dalam memelihara dirinya…?

Tentu saja idealnya melakukan sesuatu atau menghindari yang menjadi penyebabnya, yaitu :

  1.  mengurangi perkerasan. Gantilah aspal dengan bahan perkerasan ramah terhadap tanah, seperti grassblok dan untuk bila terpaksa tanamlah biopori.
  2. mengurangi talang dan membiarkan air membasahi tanah serta membuat point-point penyimpanan air di Kota agar air tidak serta merta terbuang secara percuma ke laut. Perlu membuat Buzem-buzem kecil di setiap taman kota. dapat diwujudkan seperti kolam kecil. tidak perlu besar..tapi banyak dan dapat dilakukan disetiap simpul drainase kota.
  3. mengurangi penebangan pohon
  4. mengurangi pengambilan air tanah

(Bersambung…)

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s