Berjalan-jalan di Pon Pes Sunan Drajat Lamongan

Hari Jumat kemarin adalah hari istimewa. Sekalipun semula aku enggan berangkat, karena beranggapan sudah terlalu banyak yang ikut ke Lamongan, ke Pondok Pesantren Sunan Drajat kali ini. Tapi akhirnya berangkat juga, dengan Bismillahirrohmanirrohim, agar kegelisahan hati terpupus oleh keyakinan, Bahwa bila semua terjadi, pastilah karena Allah yang berada dibalik semua ini. Acara utama adalah penandatanganan MoU antara Pondok Pesantren Sunan Drajat dengan Universitas Widya Kartika.

Berangkat pukul 6.20 pagi. Perjalanan kami lakukan dengan nyaman, banyak sendau gurau oleh rekan-rekan yang duduk di tengah dan di belakang, membuat kami tidak menyadari bahwa kami sudah hampir sampai.

peta kawasan PP SUnan Drajat

Diinstruksikan untuk menuju Masjid Hijau, Masjid Utama di Pondok Pesantren Sunan Drajat, kami sampai pukul 8.30an, dan Masjid sudah penuh.

???????????????????????????????

Suasana di dalam Masjid Hijau, Santri di atas dan santriwati di bawah

UUaahh.. hicks..

Tidak disangka. Acara penandatangan MoU ini ternyata dilaksanakan di Masjid.. hicks… di Rumah Allah.. hicks.. disaksikan banyak santri dan santriwati, dan seluruh pengurus Pondok Pesantren.

Berjanji di Rumah Allah dengan saksi yang sedemikian banyak.. Luar biasa.. ini.. berat banget… Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Ketua Pembina YPPI, Rektor UWiKa dan Pemilik sekaligus Ketua Yayasan Bapak KH. Goffur. Lalu… Acara pokok yaitu penandatangan MoU dilaksanakan.

???????????????????????????????Penandatanganan MoU oleh Bpk KH. Goffur (pemilik PP Sunan Drajat) dan Bpk Murpin S (Rektor UWiKa)

Suasana sangat meriah. Para santri dan santriwati menyimak dengan seksama. ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Bahagianya aku melihat adek-adek yang berwajah ceria

b-keceriaan

Yang berada di Beranda juga menikmatinya

he he he…menyimak dengan seksama heh..! ha ha ha..anak-anak tetap anak-anak. Narsis tetap nomer 1 Begitulah. Suasana megah sangat terasa, bahkan sampai kita keluar dari Masjid untuk kembali ke Griyo hinggil. ???????????????????????????????

Para santriwati yang keluar dari Masjid dari sisi utara Masjid

???????????????????????????????

Suasana para santri yang bubar dari sisi selatan Masjid

Setelah acara formal di masjid, kami touring keliling kawasan Pon Pes Sunan Drajat. Hari jumat adalah hari libur bagi para santri dan santriwati. Pada hari ini juga diperbolehkan untuk bertemu keluarga di ruang tamu di Griyo Hinggil.

Karena hari libur, maka susana pondok pesantren juga ramai, namun kedamaian tidak dapat diingkari. Sangat dirasakan oleh ku.

???????????????????????????????

Jalan menuju ke Sekolah dari griyo hinggil

Berjalan-jalan yang ditemani oleh santriwati, mbak Lia, mahasiswa semester 6 STAIRA, membuatku mendapat banyak cerita. Suka duka dan cerita-cerita yang membuat kami tertawa bersama.

Salah satu cerita adalah tentang ketertarikanku pada jenis tanaman yang banyak ditanam di kawasan ini. Dominasi pepohonan di kawasan bangunan dan perkampungan Pon Pes Sunan Drajat adalah Pohon Sawo, baik sawo biasa maupun sawo kecik.

Menurut cerita mbak Lia, Sawo itu sebenarnya analogi dari kata bahasa Arab, Shufu…yang bermakna nyaman dan kerasan.

Aku tertawa mendengarnya. yo wes.. gak papa.. he he he.. karena bermaksud baik, bahwa pohon sawo yang ditanam berharap dapat menjadi pengisi ‘jeda’ dari kesibukan belajar luar biasa selama di pondok pesantren. Dengan adanya pohon sawo, ada saat-saat yang ditunggu oleh para santri, yaitu saat pohon-pohon tersebut berbuah. sebab, buah-buah tersebut tidak dipanen secara khusus, tapi boleh dimakan sepuasnya oleh para santri. tidak ada aturan khusus mengenai siapa yg berhak memakan buah sawo, bila saat buah tersebut berbuah dan masak di pohon.

Begitulah kehidupan di Pondok Pesantren. Berharap semua dimaknai dengan baik sangka.

Perjalanan membawa kami berhenti sebentar di masjid kecil di area asrama putra.

???????????????????????????????

Masjid di depan Telaga

Waa…menyenangkan sekali. Bisa berperahu dan belajar berenang disini, he he he…

Penjelajahan dilanjutkan sampai selesai, dan kembali ke Griyo Hinggil untuk beristirahat sebentar sebelum melanjutkan pembicaraan tentang kesepakatan-kesepakatan kerjasama yang perlu dimasukan dalam map kerjasama. Lalu… yang paling menyenangkan setelah ini… dan yang ditunggu-tunggu adalah makan siang. he he he…

Setelah semua kegiatan kita selesaikan. Kami pamitan pulang ke KH Ghoffur. Pulang melewati Pintu gerbang membuatku merinding. ada yang tertulis di pintu gerbang. Yang memberi ingatan pada kita tentang bagaimana menciptakan kerukunan atas dasar perhatian dan pelayanan kita sebagai umat.

???????????????????????????????

???????????????????????????????

Pintu Gerbang dan Detailnya

Tulisan ajaran dari Sunan Drajat sebagai berikut  : (semoga aku tidak salah…)

  • Wenehono teken marang wong wuto
  • Wenehono mangan marang wong luwe
  • Wenehono busono marang wong wudo
  • Wenehono ngiyup marang wong kudanan

yang bermakna :

  • Berilah tongkat pada orang buta, agar dia dapat mencari jalan yang aman, bermakna memberi cara orang untuk mencari jalan
  • Berilah makan pada orang yang lapar, agar tidak ada yang kelaparan
  • Berilah baju untuk orang yang telanjang, agar dia dapat menutup aurotnya, sehingga terhindar dari rasa malu. bermakna menutup kekurangan orang lain
  • Berilah tempat berteduh bagi orang yang kehujanan, bermakna memberi perlindungan dari lingkungan, memberi tempat berteduh secara fisik sekaligus non fisik.

Sederhana, namun dalam maknanya. Perlu keikhlasan dan konsisten dalam menjalankannya.

Begitulah.

Jam 14.00…kami pulang. sampai di Surabaya.. matahari sudah mulai merah.

???????????????????????????????

Semoga semua berjalan sesuai dengan niatnya.

4 thoughts on “Berjalan-jalan di Pon Pes Sunan Drajat Lamongan

  1. Buuu… ternyata bu Ririn seneng gitu jalan2nyaa… untung jadi ikut.. hihihihi😛 Wih, keren ya Bu, penandatanganan MOU-nya di depan org banyak, di mesjid, pake dibuka baca Al Qur’an segala… waahh… semoga berkah ya bu..🙂
    Foto bersama yang terakhir, kok yang ada aku-nya buuu… gak update itu,, hahahaha😀

    • hus…jangan buka rahasia. abis yg kemarin gak ada yang narsis…jadi gak ada yang mengingatkan untuk foto bersama di dekat gerbang. foto bersamanya sudah di Masjid.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s