Spirit of Place jalan Tunjungan..*mmm…*

Jalan Tunjungan… Tak bosan untuk dibahas. Dari waktu ke waktu pembahasan tidak dapat dihentikan. sepanjang belum menemukan perubahan yang signifikan dari kondisi sekarang, maka jalan Tunjungan masih akan terus dibicarakan dalam topik yang sama..: bagaimana menghidupkannya kembali, masih bisakah menghidupkannya kembali,..apa yang harus dihidupkan kembali..? apakah masih memiliki spirit of place seperti dahulu kala..? seperti apakah spirit of place jalan tunjunagn di masa lalu..? di masa dimana Jalan Tunjungan memiliki spirit of place yang mampu menjadi ikon kota.

Dalam perjalanan waktu pada 7 periode perkembangan kota Surabaya, Koridor Jalan Tunjungan mengalami perkembangan tidak disemua periode. Koridor jalan Tunjungan Surabaya dibangun pada periode 1870-1905. Periode 1906-1940 merupakan masa jaya koridor jalan Tunjungan di masa pendudukan Belanda. Koridor jalan Tunjungan menjadi pusat perdaganagan yang dinamis dan istimewa. Periode 1941-1945 serta periode 1946-1970 koridor jalan Tunjungan tidak mengalami perubahan dan tidak ada perkembangan. Perubahan cukup signifikan terjadi di periode 1971-1997. Di Periode iniSurabaya mengalami perubahan ekonomi akibat booming minyak. Perdagangan menjadi komiditas utama dan koridor jalan Tunjungan menyesuaikan dengan perubahan ekonomi yang terjadi. Pada periode inilah menjadi masa perubahan citra kawasan. Perubahan secara fisik banyak terjadi dan pergeseran makna kawasan mulai terjadi. Di akhir tahun 1997 perubahan fungsi kawasan memperjelas perubahan citra kawasan di koridor jalan Tunjungan Surabaya.

Menurut penelitian yang ku lakukan baru-baru ini, Komparasi spirit of place menurut periodenya adalah sebagai berikut :

paparan spirit of placePaparan Komparasi Spririt of Place

Beberapa gambar yang bisa diperhatikan untuk memahami komparasi tersebut adalah sebagai berikut :

Untitled

Gambar Suasana Jalan Tunjungan antara tahun 1870-1940

Bandingkan dengan suasana di periode berikutnya :

tunjungan 1940-1970

Gambar Suasana Jalan Tunjungan di tahun 1940-1970

Apalagi bila dibandingkan dengan ini :

tunjungan diatas 1970

Gambar Suasana Jalan Tunjungan tahun sekarang

Kesimpulannya :

Spirit of place adalah karakter tempat yang berperanan dalam membentuk identitas kawasan dan pada akhirnya memberi citra pada kawasannya. Citra kawasan merupakan persepsi antara pengamat dengan lingkungannya dan membangun citra kawasan diperlukan identitas, struktur atau pola yang menghubungkan antara obyek dengan pengamat serta makna obyek terkait emosional pengamatnya. Dari temuan spirit of place dari periode per periode yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat di tarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Aspek non fisik yang mengubah fungsi koridor dari koridor perdagangan dan jasa menjadi perkantoran,  hiburan dan jasa telah mengubah citra koridor sebagai koridor yang memiliki ikatan emosional antara masyarakat sebagai pengguna dengan koridor sebagi place yang mereka miliki secara utuh dimana mereka merasa ada di dalamnya.
  2. Keengganan masyarakat sebagai pengguna terhadap aktifitas di dalam koridor juga mempengaruhi  citra koridor. Masyarakat tidak lagi menganggap koridor jalan Tunjungan sebagai milik mereka karena aktifitas di dalamnya sudah tidak berhubungan dengan aktifitas mereka, seperti sebelumnya.
  3. Hilangnya ikatan emosional antara place dengan masyarakat sebagai pengguna semakin dikuatkan oleh tertutupinya façade bangunan asli dengan papan-papan reklame dan nama gedung. Secara visual ikatan emosional untuk menghadirkan rasa memiliki dari kondisi masa lalu di masa kini terputus.
  4. Sirkulasi dari dua arah menjadi satu arah mengubah aktifitas masyarakat sebagai pengguna dalam berinteraksi dengan place. Hal ini masih dapat diatasi dengan sirkulasi pejalan kaki (pedestrian ways) di sisi kanan dan kiri sirkulasi kendaraan. Tetapi kekhasan trotoar di koridor jalan Tunjungan dalam melindungi para pejalan kakinya yang berwujud arcade telah mengalami perubahan menjadi trotoar biasa.

 Rekomendasi yang diberikan berdasarkan temuan dan kesimpulan yang telah dipaparkan sebelumnya adalah sebagai berikut :

  1. Perlu menambahkan fungsi awal, yaitu perdagangan yang rekreatif sebagai upaya untuk membiarkan masyarakat sebagai pengguna mempunyai ikatan emosional kembali dengan koridor jalan Tunjungan.
  2. Perlu menambahkan aktifitas yang melibatkan masyarakat sebagai upaya menghidupkan kembali interaksi masyarakat dengan bangunan dan lingkungan di koridor jalan Tunjungan.
  3. Membuka façade bangunan dan mengembalikan wujud bangunan yang masih ada sesuai dengan aslinya.
  4. Mengatur penempatan papan reklame agar tidak menutupi wajah koridor jalan Tunjungan.
  5. Memberikan regulasi yang jelas dan tegas terhadap setiap perubahan yang memungkinkan dilakukan oleh stake holder koridor jalan Tunjungan. Termasuk di dalamnya memberikan insentif dan disinsentif.

Daftar Pustaka

  1. Deklarasi Spirit of Place in Quebec, Quebec, 2008
  2. Garnham, Launce, Maintaining The Spirit of Place : A Process for The Preservasion of Town Character, PDA Publishers Corporation, Mesa, Arizona, 1985
  3. Lynch, Kevin, The Image Of The City, The MIT Press, Cambridge,Massachusetts, 1960
  4. Poerbantanoe, Benny, The Lost City dan Lost Space karena Perkembangan Pengembangan Tata Ruang Kota, Dimensi Arsitektur 27/Ars Desember 1999, Surabaya : Universitas Kristen Petra, Surabaya, 1999
  5. Purwono, Nanang, Mana Soerabaiaku, Pustaka Eureka, Surabaya. 2006
  6. Schulz, Christian Norberg, Genius Loci-Towards A Phenomenology of Architecture, Rizolly International Publication, New York, 1984
  7. Shirvani, Hamid,  The Urban Design Process, Van Nostrand Reinhold, New York. 1985
  8. The Burra Charter for Conservation of Place of Cultural Significance, ICOMOS NEWS, Australia,1981

Semua paparan tersebut dapat dibaca lengkap di e-JETU, jurnal elektronik Fakultas Teknik. Mau baca..? silahkan klik disini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s